Halo Pak Ali dan Pak Kur, Apa Kabar?

Pak Ali, beliau sudah cukup berumur, bisa saya tebak mungkin sekitar 50an lebih.
Tapi semangat dan keceriaannya luar biasa. Beliau yang menginterview saya ketika saya melamar pekerjaan di salah satu bank bergengsi di negara ini. Sifatnya yang selalu ceria ketika bertemu seseorang termasuk ketika bertemu saya. Selalu ceria ketika masuk ke ruangan saya, selalu membuat seisi ruangan tertawa dan tersenyum.

Dari meeting terakhir tentang pensiun, beliaulah termasuk salah satunya. Ditambah lagi Pak Kur, begitulah panggilannya. Pak Kur adalah officer di departement saya dulu, beliau atasan sekaligus senior saya.

Ketika saya memutuskan untuk resign dari sana, Pak Ali dan Pak Kur lah yang saya lihat tulus berat melepas saya. Walaupun saya cuma sebentar bekerja di sana.

Ketika saya memutuskan menandatangani surat resign dari ruangan meeting, saya kemudian berpamitan kepada teman-teman yang lain. Ketika saya bertemu Pak Ali, beliau langsung memeluk erat saya. Begitu juga dengan Pak Kur yang saya lihat sedih sewaktu di ruang meeting waktu itu. Matanya sedikit berkaca-kaca. Setidaknya itu yang saya lihat dan saya rasakan.

Terima kasih Pak Ali dan Pak Kur atas bimbingan dan sikap menerima saya sebagai karyawan baru di sana pada saat itu. Kalian orang-orang yang baik, benar-benar baik. Semoga Tuhan selalu melindungi dan memberikan yang terbaik untuk bapak-bapak di sana.

Masih ingat dengan obrolan saya dengan Pak Ali waktu itu, beliau bilang begini, "terkadang kita butuh waktu untuk sendiri, untuk menenangkan hati, untuk instrospeksi diri". Beliau mengatakan itu ketika beliau menceritakan pengalamannya sedikit tentang beberapa tempat di Indonesia yang sudah ia kunjungi sendirian. Iya, sen-di-ri-an.

Terkadang saya kangen dengan beliau berdua. Tapi saya cukup memanjatkan doa untuk mereka saja.
Semoga Tuhan selalu melindungi kalian ya bapak-bapak yang hebat.