Ajarkan Pada Mereka Kelak...

Gak kerasa saya sudah berada di fase hidup menuju hidup yang sesungguhnya. Mulai dari anak-anak, remaja, sampai saat ini, dewasa.

Seperti hidup pada umumnya, semua bermulai dari masa anak-anak.
Masa-masa dimana ini adalah masa yang benar-benar menyenangkan. Tidak ada yang perlu dipikirkan tentang masa depan dari proses awal ini. Isinya hanya bermain, bermain dan bermain dan benar-benar mendapatkan kasih sayang dari orang tua dan keluarga yang seutuhnya.

Masa-masa remaja. Masa sekolah.
Masa remaja bisa saya bilang mulai dari masa SMP lalu SMA. Masa-masa indah dimana mulai mengenal hidup secara perlahan, tidak menyeluruh. Masa-masa nakal, masa-masa mencoba segalanya. Masa-masa mengenal segala sisi hidup pertama kali. Mulai dari cinta, pertemanan, persahabatan dll. Masa-masa ini akan menjadi masa-masa yang paling mengingatkan kita akan indahnya bagian dari proses hidup ini sebelum akhirnya menuju dewasa.

Masa dewasa. Masa kuliah.
Selepas masa remaja, barulah mulai menginjakkan kaki dalam kehidupan perkuliahan. Di sini semuanya sudah dianggap dewasa. Sudah dianggap tau mana yang baik, mana yang buruk. Mana yang benar, mana yang salah. Di sini juga kita dibebaskan untuk memilih untuk mengambil pijakan selanjutnya sebelum akhirnya menuju kehidupan dewasa yang lebih lagi yaitu dunia kerja.

Lulus kuliah. Hidup yang sesungguhnya.
Kuliah benar-benar menentukan jalan masa depan selanjutnya. Selepas wisuda, kehidupan baru menanti. Kehidupan dunia kerja, dimana kita harus menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Mencari kerja, bersaing dengan ratusan atau bahkan mungkin ribuan pencari kerja yang lainnya. Selepas lulus kuliah pun, orang tua mulai menghadapi masa-masa pensiun kerja. Mau tidak mau, siap tidak siap, kitalah yang harus berganti menjadi mereka dahulu. Ya, hidup memang benar-benar berproses dan berputar.

Memasuki dunia kerja, saatnya menunjukkan siapa diri kita sebenarnya.
Di dunia kerja, inilah masa menjadi manusia yang sesungguhnya. Siapa kita, apa kelebihan kita, bagaimana kita menghadapi masalah, memecahkan masalah, me-manage waktu dengan baik, disiplin, jujur, bagaimana cara berkomunikasi, seberapa jauh kepekaan kita terhadap sekeliling, seberapa disiplin kita, bagaimana kita berhubungan dengan teman-teman kerja, atasan, bawahan sampai menentukan mana prioritas yang harus didahulukan dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya sebelum masa-masa sibuk datang. Tidak ketinggalan untuk selalu bersyukur atas apa yang di dapat selama proses ini.

Rasanya kelak, jika saya memiliki putra/putri nanti saya ingin mengajarkan kepada mereka tentang hal-hal tersebut di atas.

Ya, ini bagian positif tentang proses hidup yang bisa saya ambil, setidaknya sampai detik ini.

Leave a Reply